Di 2026, profesi agen properti tetap menjanjikan, didukung kebutuhan hunian dan pasar secondary yang aktif. Namun, pasar semakin kompetitif dan menuntut agen yang profesional dan memahami digital.
Di era digital, personal branding adalah kunci. Konsumen lebih percaya agen properti yang aktif dan edukatif di media sosial daripada sekadar hard selling. Konsistensi membangun kepercayaan dan trust.
Di 2026, AI dan disrupsi digital mewajibkan agen properti beradaptasi. AI mempercepat copywriting hingga analisis pasar. Teknologi adalah alat, tapi agen yang enggan belajar digital akan tertinggal.
Setelah melalui masa-masa sulit akibat pandemi, pasar properti Indonesia kini kembali menggeliat. Sejak awal tahun 2021, lonjakan permintaan yang signifikan dari konsumen...
Berbisnis di bidang properti selalu dikenal memiliki integritas dan prestise yang tinggi. Hal ini dikarenakan banyak hal, mulai dari tanggung jawab besar yang harus diterima...
Bisnis properti di Indonesia saat ini sedang booming. Hal ini ditandai dengan tingginya permintaan akan rumah dan apartemen, serta peningkatan harga properti...
Banyak cara menjual aset properti Anda sendiri di zaman serba mudah ini, akan tetapi peran Agen Properti tetap di perlukan loh Promexer. Apa alasannya? Yuk, Simak..
Simak Tips dari BPN untuk Menghindarinya..
FINANSIAL SEHAT IMUNITAS KUAT BERSAMA PROMEX INDONESIA DAN CIMB NIAGA Pandemi COVID-19 memang menjadi tantangan tersendiri bagi semua masyarakat dunia terlebih di Indonesia. Peningkatan pesat angka kejadian COVID-19 di Indonesia membuat banyak masyarakat yang khawatir terhadap kesehatan keluarga dan berpengaruh besar terhadap finansial.
Bank Indonesia telah menetapkan sejumlah properti yang bisa mendapatkan pembiayaan kredit pemilikan dengan uang mukan 0 persen.